Sebuah kenangan, bermain, berkumpul..dan tawa
Semua berubah menjadi ejekan, cacian, hinaan, sorakan, bahkan hingga lemparan batu pun pernah ku terima.
Aku mulai tertindas.,menjauh tak membuatku lebih baik.
Malah ketika berpapasan mereka meneriaki ku binatang.
Kesal, membawaku semakin jauh dari mereka ku tarik kabel gas dari tanganKu.
Maghrib tiba, bergegasKu langkahkan kaki ke mushola dekat rumahKu.
Betapa teririsnya hatiku ketika saat mengambil air wudhu berdampingan dengan salah satu temanKu yg menurutKu ia teman terbaiku, ia memilih untuk tak jadi mengambil air wudhu dan menjauh dari keberdaanKu.
Sesak rasanya ku melihatnya, aku bergegas untuk masuk lebih dulu ke mushola sambil ku melirik pd temanku tadi. Sorot mata begis yg ku lihat, tak apa aku mulai masuk.
DudukKu di dekat tempat alquran, sengaja ku duduk disana.MaksudKu untuk menghindar.
Iqamah, saat itu ku berdiri mengambil sap paling depan. Ku tengok kanan kiri ternyata jamaah tak banyak yang hadir.Sap-Ku masih kosong belum tedisi penuh.
Teman-temanku baru masuk mushola, imam menyuruh jamaah merapatkan sapnya.
Temanku mengisi sap yg masih kosong di sampingku. Alhamdulilah (dalam hatiku) akhirnya mau sholat berdampingan denganku, walaupun di tempat wudhu tadi ia menjauhiku.
Takbir imam tanda sholat di mulai. Terperanjat aku, ternyata temanku bukan hanya satu tapi
berduyun duyun berpindah sap ke belakang agar tidak berdampingan denganKu.
Masih sempat mereka melakukannya di rumahmu ya tuhan..
Tak hanya sampai di situ, pada rakaat pertama dan terakhir dikala sujudKu padamu ya Allah kaki ku di tarik dengan kerasnya.
Mereka tidak ubahnya manusia biadab yang pernah ku kenal..
Selesai sholat, salam ku di berengi rasa kesal, marah
ingin rasanya aku memukuli mereka satu persatu..Tapi, apa kata orang bila hal itu terjadi di rumah ibadah.
BerdiriKu langsung pulang kerumah, tak mengikuti dzirir imam seperti biasanya.
Sampai di rumah kesalKu lampiaskan dengan menangis di kamar.
Esok harinya dunia mulai berubah, keseharianku yang biasanya ku jalani aku tinggalkan.
Di mulai dari berangkat sekolah yang tadinya menumpang dengan temanku naik motor, aku putuskan untuk naik sepeda walau jaraknya hampir 5km.
Aku berangkat lebih pagi karena dengan jarak yang cukupjauh itu pasti akan lumayan memakan waktu.
Setibanya dekat sekolah, ku titipkan sepedaku di tempat biasa anak sekolah biasa menitipkan sepeda.
Ku lihat matahari belum tampak. jika aku berangkat langsung kesekolah mungkin aku akan menjadi anak pertama yang sampai di sekolah. Untuk itu aku memutuskan untuk menyambangi rumah teman sekelasku yang tak jauh dari tempat ku menitipkan sepeda agar aku berangkat sekolah ada yang menemaniKu.
Berbagi
Sabtu, 09 Januari 2016
Kelam-ku
Kamis, 24 Desember 2015
TERTEGUN
Terlalu bodoh jika ia mengingatnya
Padahal ia telah jauh pergi
Waktu seperti tidak mengubahnya
Menuju sana
Titik dimana ia bisa menghantui bukan di hantui
Terlalu lemahkah ia ?
Hope
Tiada hal yg membahagiakan bagiku
Selain melihat dirimu..
Tiada hal yang membuatku jenuh,
Selain mengingat wajahmu..
Ingatkah Kau..
Ketika ku duduk dibangku slalu mencuri pandangmu..
Aku slalu tersenyum kala itu..
Begitupun dirimu yang selalu tersipu malu..
Ketika kau tau bahwa aku memperhatikanmu..
Masa itu memang sudah berlalu..
Akan menjadi hal terindah jika Tuhan menghendaki kita bersama
Sabtu, 19 Desember 2015
Sapa-lah
Aku slalu menyapa, tapi ia slalu acuh
Aku slalu mendekat, tapi ia slalu mnjauh..
Mungkin tak ada lagi kata teman, sahabat baginya.
Tapi untuku ia pernah membuat hari"ku menyenangkan
Wahai kawan jika itu mau mu, aku tidak memaksa.
Aku terima jika memang dimasa lalu aku berbuat salah.
Sapa-lah jika engkau mau. Hari pernah merasa gelap, pun begitu aku.
Rabu, 16 Desember 2015
Kehilangan Terang
Terang,Titik itu mulai hilang
Entah karena detik atau rintik
Selalu terhidar dari sorot
Saat berpapasan
Mungkin terlihat angkuh
Begitu acuh
Terlihat sama sekali
Pikirnya
Lihatlah ia di belakang
Tahukah ia memikirkanya ?
Mati-Kah ??
Ia sendiri tak pernah bergaul.
Salah satu anak korban bullying dari sekian juta anak. Tak pernah mau menceritakan yang sebenarnya, ia bungkam kpd siapapun.
Bagi mereka yang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, ia di anggap sebagai anak yang sombong ,angkuh.
Sebenarnya berbanding terbalik dengan kenyataanya.
Ia bertekad untuk membuktikan kelak bahwa anak yang mereka anggap angkuh akan berhasil di kemudian hari dan menceritakan kisah kelamnya di masa lalu.
Baginya ini hanya sedikit halangan menuju jalan yang terang.
Atau hanya akan di bawa Mati-Kah ?? Cerita kelamnya..