Sabtu, 09 Januari 2016

Kelam-ku

Sebuah kenangan, bermain, berkumpul..dan tawa
Semua berubah menjadi ejekan, cacian, hinaan, sorakan, bahkan hingga lemparan batu pun pernah ku terima.
Aku mulai tertindas.,menjauh tak membuatku lebih baik.
Malah ketika berpapasan mereka meneriaki ku binatang.
Kesal, membawaku semakin jauh dari mereka ku tarik kabel gas dari tanganKu.
Maghrib tiba, bergegasKu langkahkan kaki ke mushola dekat rumahKu.
Betapa teririsnya hatiku ketika saat mengambil air wudhu berdampingan dengan salah satu temanKu yg menurutKu ia teman terbaiku, ia memilih untuk tak jadi mengambil air wudhu dan menjauh dari keberdaanKu.
Sesak rasanya ku melihatnya, aku bergegas untuk masuk lebih dulu ke mushola sambil ku melirik pd temanku tadi. Sorot mata begis yg ku lihat, tak apa aku mulai masuk.
DudukKu di dekat tempat alquran, sengaja ku duduk disana.MaksudKu untuk menghindar.
Iqamah, saat itu ku berdiri mengambil sap paling depan. Ku tengok kanan kiri ternyata jamaah tak banyak yang hadir.Sap-Ku masih kosong belum tedisi penuh.
Teman-temanku baru masuk mushola, imam menyuruh jamaah merapatkan sapnya.
Temanku mengisi sap yg masih kosong di sampingku. Alhamdulilah (dalam hatiku) akhirnya mau sholat berdampingan denganku, walaupun di tempat wudhu tadi ia menjauhiku.
Takbir imam tanda sholat di mulai. Terperanjat aku, ternyata temanku bukan hanya satu tapi
berduyun duyun berpindah sap ke belakang agar tidak berdampingan denganKu.
Masih sempat mereka melakukannya di rumahmu ya tuhan..
Tak hanya sampai di situ, pada rakaat pertama dan terakhir dikala sujudKu padamu ya Allah kaki ku di tarik dengan kerasnya.
Mereka tidak ubahnya manusia biadab yang pernah ku kenal..
Selesai sholat, salam ku di berengi rasa kesal, marah
ingin rasanya aku memukuli mereka satu persatu..Tapi, apa kata orang bila hal itu terjadi di rumah ibadah.
BerdiriKu langsung pulang kerumah, tak mengikuti dzirir imam seperti biasanya.
Sampai di rumah kesalKu lampiaskan dengan menangis di kamar.
Esok harinya dunia mulai berubah, keseharianku yang biasanya ku jalani aku tinggalkan.
Di mulai dari berangkat sekolah yang tadinya menumpang dengan temanku naik motor, aku putuskan untuk naik sepeda walau jaraknya hampir 5km.
Aku berangkat lebih pagi karena dengan jarak yang cukupjauh itu pasti akan lumayan memakan waktu.
Setibanya dekat sekolah, ku titipkan sepedaku di tempat biasa anak sekolah biasa menitipkan sepeda.
Ku lihat matahari belum tampak. jika aku berangkat langsung kesekolah mungkin aku akan menjadi anak pertama yang sampai di sekolah. Untuk itu aku memutuskan untuk menyambangi rumah teman sekelasku yang tak jauh dari tempat ku menitipkan sepeda agar aku berangkat sekolah ada yang menemaniKu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar